Kebudayaan Asli Bangsa Indinesia Menurut Dr. Brandes

Download Mp3 Download Musik Download Film Download Lagu Terbaru Download Lagu Terpopuler Informasi Kesehatan Informasi Gadget Terbaru Materi Pelajaran



Dr. Brandes, seorang ahli purbakala, yang mengemukakan bahwa sebelum kedatangan pengaruh Hindu -Budha, telah terdapat 10 (sepuluh) unsur pokok dalam kehidupan asli masyarakat Indonesia.

a. Kemampuan Berlayar
Pembawa kebudayaan Neolitikum masuk ke Indonesia ialah ras  bangsaAustronesia yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia. Mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan perahu bercadik. Kemampuan berlayar disertai dengan pengetahuan astronomi, yakni pengetahuan tentang perbintangan. Satu ciri perahu bangsa Indonesia adalah penggunaan cadik, yaitu alat dari bambu dan kayu yang dipasang di kanan kiri perahu agar tidak mudah oleng.


b. Mengenal Astronomi
Pengetahuan astronomi memang diperlukan untuk pelayaran pada malam hari. Oleh karena itu, mereka berlayar pada malam hari. Untuk pelayaran, mereka menggunakan rasi bintang pari (sebutan para nelayan) atau bintang gubug penceng (sebutan orang Jawa). Bintang-bintang juga diperlukan untuk mengenal atau mengetahui datangnya musim bagi keperluan pertanian. Bintang Beruang Besar disebut bintang Waluku, yang berarti bintang bajak.

c. Kepandaian Bersawah
Sejak zaman Neolitikum bangsa Indonesia telah bertempat tinggal tetap. Kehidupan demikian mendorong mereka untuk hidup sebagai food producing. Dalam bidang pertanian pada awalnya dilakukan dengan sistem ladang, tetapi untuk lebih meningkatkan hasil pertanian (produksi padi) digunakan sistem sawah. Untuk itu tata pengaturan air (irigasi) sudah dilakukan dengan membuat saluran atau bendungan.

d. Mengatur Masyarakat
Dengan kehidupan berkelompok yang sudah menetap, maka perlu diadakan aturan masyarakat. Dari desa-desa kuno di Indonesia dapat diketahui bahwa salah satu aturan yang dikenal adalah adanya kehidupan yang demokratis. Seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan lebih (primus interpares) dan dapat melindungi masyarakat terhadap gangguan baik dari dalam maupun dari luar serta dapat mengatur masyarakat dengan baik; dipilih menjadi pemimpin. Apabila pemimpin meninggal, maka makamnya dipuja oleh penduduk daerah tersebut.

e. Aktivitas Perdagangan
Barang-barang kehidupan yang dibuat di rumah atau hasil panen mereka banyak, tetapi ada beberapa kebutuhan yang tidak dapat mereka penuhi atau mereka tanam; maka mereka tukar menukar barang (barter). Dengan demikian terjadilah perdagangan.

f. Kesenian Wayang
Dalam kehidupan yang telah menetap dan teratur dapat diciptakan kesenian-kesenian yang lebih tinggi nilainya; di antaranya ialah kesenian wayang yang berpangkal pada pemujaan roh nenek moyang. Bonekaboneka perwujudan roh nenek moyang, dimainkan oleh dalang pada malam hari. Dengan menempatkan lampu di belakang dan tirai didepannya, anak cucu menyaksikan bayangan itu dari balik tirai. Roh nenek moyang yang masuk pada dalang menyuarakan suara nenek moyang yang berisi nasehatnasehat kepada anak cucu. Kata bayang dalam bahasa Indonesia, menjadi wayang dalam bahasa Jawa. Setelah pengaruh Hindu masuk, nasihat dan kisah nenek moyang tersebut diganti dengan cerita dari Mahabharata dan Ramayana yang lebih menarik. Fungsinya sebagai pertunjukan, sehingga penonton melihatnya dari depan tirai.

g. Seni Batik
Batik merupakan kerajinan membuat gambar pada kain dengan alat yang disebut canting. Lilin yang dicairkan disendok dengan canting dan melalui ujung canting itu keluarlah lilin yang dititik-titikkan pada kain. Dari titik-titik itu diperoleh gambaran pada kain. Bagian kain yang tidak diberi lilin akan menjadi merah bila kain itu dicelupkan ke dalam air soga. Kemudian ada bagian yang dihilangkan dan akan menjadi biru bila kain itu direndam dalam air nila. Akhirnya bila kain itu dimasukkan dalam air panas maka sisa lilin akan larut, sehingga diperoleh warna putih, biru dan merah. Untuk mempercepat gambaran pada kain digunakan cap sebagai alat.

h. Seni Gamelan
Agar pertunjukan wayang dapat dimainkan, maka perlu dibantu oleh gamelan sebagai alat musik. Beberapa alat gamelan adalah gong, bonang, gambang, rebab, saron dan gendang.

i. Sistem Macapat
Macapat artinya tatacara yang didasarkan pada jumlah empat, dengan pusat terletak ditengah.Pusat pemerintahan letaknya di tengah wilayah yang dikuasai. Di pusat yang demikian terdapat alun-alun atau tanah lapang. Di empat penjuru alun-alun itu terdapat bangunan-bangunan yang penting seperti kraton, tempat pemujaan, pasar, dan penjara. Susunan demikian masih banyak dijumpai di kota-kota lama. Coba amati lingkungan kota yang ada di sekitar Anda!

j. Membuat Kerajinan
Dengan adanya waktu luang saat menunggu hasil panen, ada upaya untuk membuat kerajinan tangan, misalnya gerabah, manik-manik, pakaian dari kulit kayu/kerang, anyaman dan perhiasan. Bahkan pada zaman logam usaha kerajinan perundagian makin berkembang.

Follow by Email

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites